Selasa, 13 Maret 2012

Cara Mudah Ukur Piston Mentok Ke Klep, Pakai Spidol Anti-Mentok!
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2012/02.februari/20120229spidol.jpg
 
Warnai piston pakai spidol non-permanen
Sabar, itu bukan tipe spidol. Tapi, mengukur piston mentok ke klep atau tidak, bisa pakai spidol. Apalagi jika sudah terjadi ubahan kem atau klep. Jadi, ketika overlaping atau ketinggian lift klep, bisa terdeteksi.

Kok spidol? Yup! "Spidol ini dipakai buat melapisi permukaan piston. Sehingga ketika klep bersentuhan dengan piston, akan menimbulkan bekas. Logikanya, kan spidol bisa nempel pada benda," kata Muhammad Ihsan yang punya bengkel di Jl. Puspa Lubis, Sawah Waru, Kuningan, Jawa Barat.

 Penasaran metode pengukurannya dong! Pertama, buka kepala silinder. Setelah itu, oleskan spidol pada permukaan seher. “Gunakan spidol non-permanen. Jadi, ketika bersentuhan, noda spidol bisa melekat ke klep,” saran Babeh, sapaan karib Ihsan.

Kelar mengoleskan spidol ke piston, pasang lagi kepala silinder kebalikan dari membuka. Termasuk, gigi sentrik dan rantai ketengnya. Jika sudah, lakukan langkah kompresi lewat cara putar magnet hingga posisi top.

"Bisa lakukan hingga dua kali putaran top piston. Buat pastikan klep ex itu bersentuhan atau tidak,” wanti Babeh lagi. Setelah proses itu dilakukan, kini tinggal bongkar kembali head silinder. Lalu, lihat apa ada bekas spidol nempel di klep.

Jika ada payung klep yang membekas spidol, itu artinya ada klep yang mentok ke piston. So, piston pun kudu dipapas. Cara ini  bisa terus dilakukan hingga tak ada tinta spidol yang membekas di payung klep.
 (motorplus-online.com)

Minggu, 25 Desember 2011

CB pake elektrik stater modifan!!!…Kagak Perlu Nggenjot…dul…!!!

kalter CB pada bagian kiri dan kalter tiger pada bagian kanan
ternyata dilihat dari atas dimensinya lain dab….coba kalo dilihat dari samping…………karna diameter beda…makanya kalter bawaan cb (bagian kiri) wajib dibubut……..selain itu, pada bibir luar tempat magnet…harus dirombak dikit…yaitu memberi dudukan dinamo stater dengan cara di cowak trus dudukan dinamo di install dengan cara dilas babet..
ah beda dikit...gapapa...
gimana caranya ya...dinamo nempel di calter???
pastiakn dulu tempat mana yang akan di pasangi dudukan dinamo...pasangkan gigi stater dan bikin mal yang pas...baru di coak pake gergaji
nah ...mesin telah naik ke rangka....bagian kalter cb juga sudah dimodifikasi
tuh…hasilnya dah bisa dilihat…pada bagian depan dikasih dudukan bentuk bulat tempat elektrik stater dan dilas babet….
setelah jadi ...mantab kan???
weit….maknyus kan??!!…nah kalo begini ya aman sentosa….gak perlu banyak ngakalin nomer mesin…kan masih bisa pakai aslinya…….
kalo dilihat dari sebelah kanan
weit…kira2 begitu dulu……..sayangnya biaya ngelasnya+tukang bubut lebih mahal dibanding harga dinamo staternya!! :parah:………….
Trus apa saja tho yang dirobah…..?? Kalo Cb situ sudah naik stroke pake kruk-as tiger, modifnya jadi lebih gampang,
1. Dinamo stater
2. Dudukan dinamo stater (yang nanti bakal dilas ke calter)
3. Gigi tarung (gigi stater set)
4. spool
5. Magnet
2 item (spool dan magnet) bisa pake bawaan motor…sing penting gigi stater bisa cukup dimasukkan ke kruk-as…yang sudah2 kalo pake kruk-as CB as bagian kiri kurang panjang…..
gak papalah…sing penting hasrat ngebut pake motor jaman ra enak bisa terealisasi……suara halus berkat RRA dipadu tenaga besar lewat penggantian kruk-as dan piston set tiger dapat disalurkan lewat perpindahan daya kopling gede…6per….dengan mulus……
kok gak terdengar suara blar…blar ya…??efek ganti knalpot tiger revo mas dab….nek takok jadi berapa HP…yo embuh aku ra reti….nek takok top speednya piro yo rapati nggagas….sing genah gas diuntir dikit motor dah nggleser…….brrrrrrrrrrrrrr…………
     Warna kabel motor beda. Susah dimengerti orang awam. Apakah artinya? Padahal oleh pabrikanan dibuat sederhana biar semua orang ngerti.

Dasarnya bermacam-macam kabel itu hanya bermuatan positif (+) atau negatif (-) saja. Tidak ada kabel yang bermuatan banci macam manusia. Jadi memang mudah untuk dimengerti.

Biar nggak linglung, berikut dibeberkan soal panduan arti sejumlah warna kabel di empat pabrikan ternama. Tentu tidak semua. Tapi bagian yang paling mungkin ditangani atau dibuka sendiri. Chuenk

HONDA
Hijau : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Aki
Hitam : (+) Kunci kontak
Putih : (+) Alternator pengisian (+) Lampu dekat
Kuning : (+) Arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) Lampu jauh
Abu-abu : (+) Flaser
Biru laut : (+) Sein kanan
Oranye : (+) Sein kiri
Coklat : (+) Lampu kota
Hitam-Merah : (+) Spul CDI
Hitam-Putih : (+) Kunci kontak
Hitam–Kuning : (+) Koil
Biru-Kuning : (+) Pulser CDI
Hijau-Kuning : (+) Lampu rem
(Sumber: Sarwono Edi, Staf Divisi Teknik, PT Astra Honda Motor)

KAWASAKI
Hitam-Kuning : (-) Masa
Putih-Merah : (+) Aki
Merah-Hitam : (+) Lampu depan jauh/dim
Merah-kuning : (+) Lampu depan dekat
Abu-abu : (+) Sein kanan
Hijau : (+) Sein kiri
Biru : (+) Lampu rem
Merah : (+) Lampu belakang
Coklat : (+) Klakson
(Sumber: Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division, PT Kawasaki Motor Indonesia. Buku Panduan Sepeda Motor Kawasaki)

SUZUKI
Hitam-Putih : (-) Massa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) Pengisian dari magnet
Kuning-putih : (+) Untuk ke penerangan
Merah : (+) Aki
Oranye : (+) Kunci kontak
Abu-abu : (+) Lampu belakang
Putih-Hitam : (+) Lampu rem
Hijau muda : (+) Sein kanan
Hitam : (+) Sein kiri
Kuning-putih : (+) Lampu depan
Putih–Biru : (+) Koil ke CDI
Biru-Kuning : (+) Pulser ke CDI
(Sumber : Pendi Suryanda, Supervisor Training Instruktur Senior Roda Dua PT Indomobil Niaga International)

YAMAHA
Hitam : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Arus positif dari Aki
Kuning : (+) Lampu depan jauh
Hijau : (+) Lampu depan dekat
Coklat : (+) Sein kiri
Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)
Putih-Merah : (+) Pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) Rem

Headlamp H4 Di Motor? Bisa Dong Aah..

  

Contributed by Rahman Gunawan
Gak bisa dipungkiri lagi kalau Headlamp Halogen model H4 yang banyak digunakan pada mobil memiliki pancaran sinar yang cukup baik. Belum lagi di toko-toko onderdil bahkan supermarket menjual lampu model H4 ini dengan berbagai jenis karakter sinar dan warnanya.

Bagaimana jika lampu H4 digunakan pada sepeda motor? hmm… menarik juga ya.
OKE, kita coba terapkan di motor Honda Tiger2000 !
Motor Tiger2000 dalam keadaan standard sudah mengaplikasi lampu model bulat dgn lebar 7” dengan besaran watt 30/35W dan reflector model diamond cut, lampu standar ini dirasa mempunyai beberapa kekurangan:
1. harga lampu yang sangat mahal (harga diatas 100,000 rupiah!!) dimana toko yang menjual pun masih jarang, hal ini akan menyulitkan apabila kita sedang jalan ke luar kota dan tiba-tiba lampu mati.
2. reflector dan kaca depan yang terbuat dari plastic, ini akan rentan goresan yang dalam pemakaian jangka panjang akan cepat menjadi buram
Nah, dengan kekurangan yang didapat diatas, maka lampu tiger2000 dimodifikasi untuk memakai lampu yang mudah dipakai dan juga model reflector yang lebih bagus, dimana perubahan yang perlu dilakukan:
1. merubah lampu menjadi model H4, lampu model ini sangat banyak modelnya di pasaran dan dapat dengan mudah didapat dengan harga mulai dari 15,000 rupiah
2. merubah reflector yang terbuat dari logam dan kaca reflector dari kaca, hal ini supaya bagian depan reflector tahan goresan dan reflector dari logam untuk menghindari reflector buram (dalam jangka panjang)
Mari kita mulai..
Persiapan spare part pengganti:
Lampu H4, model lampu H4 yang akan dipakai bisa tergantung selera pengendara.
Reflector yang ukurannya sama dengan reflektor asli tiger2000 (lebar 7″), saran utk pemakaian reflektor gunakan merek hella, selain reflrktor terbuat dr logam juga permukaan depan terbuat dari kaca, reflektor ini sudah menyediakan dudukan buat lampu kecil/lampu senja.


Capacitor, atau:

Apabila mau dipasang capacitor maka yang harus disediakan adalah connector utk lampu H4 (1) dan connector utk menyambung ke kabel lampu original tiger (3), selain tentunya capacitor utk lampu yang saat ini tersedia di pasaran dgn merek wurth (2).
Untuk tahapan pekerjaan yang harus dilakukan di dalam dokumentasi ini akan dipakai capacitor, untuk pemasangan atau modifikasi dengan menggunakan relay, penulis hanya memberikan diagram pemasangan kelistrikan
Relay beserta terminal kabel dan terminal untuk sekering:

Apabila ingin memakai relay, maka setidaknya diperlukan 3 buah relay, dimana 2 relay adalah relay 4pin dan 1 relay adalah relay 5pin.
Kenapa harus menggunakan 3 relay?
Relay kaki 4 sebanyak 2 buah akan dipakai untuk lampu H4 (lowbeam dan high beam) sementara relay ketiga (5pin) dipakai utk memastikan hanya 1 filamen yang akan aktif pada satu saat (hal ini terjadi apabila kita mengaktifkan tombol “pass” pada saat lampu low beam sedang aktif, dalam keadaan system kelistrikan standard maka kedua filamen akan aktif dimana hal ini tidak disarankan selain lampu dan reflector menjadi panas juga konsumsi battere akan cepat habis mengingat 1 filamen lampu H4 konsumsi watt minimum adalah 55 watt, dalam keadaan 2 filamen menyala maka setidaknya ada 110watt power terpakai)
Berikut adalah tahapan yang dikerjakan:
Langkah-01:
Membuka/membongkar reflector, untuk membukanya baud pengunci reflector yang jumlahnya ada buah harus kita lepaskan dahulu, siapkan sebuah obeng (+), lokasi baud ada 2 di sebelah kiri dan kanan reflector.


Langkah-02:
Setelah kedua baud dilepas, maka cabutlah konektor kabel lampu (lampu headlam dan lampu senja/lampu kecil) yang menghubungkan konektor original ke jalur listrik di belakang reflector, kemudian pekerjaan berikutnya adalah Membuka/membongkar part reflector, lepaskan reflector dari ring reflector dengan melepas snap rings pengunci (ada 3 buah)

Langkah-03:
Supaya ring reflector lama tidak rusak dan bisa dipakai kembali di suatu saat, sebaiknya beli ring reflector yang baru kemudian dimodifikasi.
Modifikasi yang dilakukan adalah merubah posisi plat pengunci reflector asli untuk dilipat karena reflektor after market pada umumnya tidak mempunyai pengunci di reflector sama seperti reflector asli tiger2000.
Pekerjaan yang dilakukan:
1. siapkan lap yang agak tebal untuk alas
2. siapkan palu dan tang/plier yang ujungnya lancip
3. siapkan alas lap, kemudian bengkok-kan plat pengunci ke arah atas, untuk meratakan posisi plat pakai palu, alas lap berguna utk melindungi ring reflector bagian luar supaya tdk tergores/rusak pd saat kita melipat plat pengunci dengan memakai palu
4. pastikan posisi plat pengunci lurus keatas dgn rapih


Langkah-04:
Tandai refleltor lampu di bagian belakang untuk posisi “TOP” atau posisi bagian atas, hal ini untuk memudahkan install reflektor di ring reflector yang sudah dimodikasi sebelumnya.
Pekerjaan yang dilakukan:
1. tandai posisi “TOP” di reflektor lampu yang baru
2. pasang reflector di ring reflector perhatikan posisi “TOP” harus berada tepat dibawah posisi plat pengunci reflektor yang sebelumnya sudah kita modifikasi
3. pastikan posisi kedudukan reflektor pas di ring reflektor

Langkah-05:
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang tepat, pekerjaan berikutnya adalah memasang snap ring atau pengunci reflector, jumlah ring ada 3 buah sebaiknya dipasang dengan jarak yang sama, hal ini untuk menjamin reflektor menempel di ring reflector dengan baik dan kokoh

Langkah-06:
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang pas kemudian langkah berikutnya adalah:
1. pasang lampu H4 di posisinya  1
2. pasang lampu kecil/lampu senja di posisinya  2
3. kabel utk lampu kecil harus dikeluarkan lewat lubang kabel  4
4. pasang cover karet sampai posisi yang pas (lihat di gambar, posisi permukaan karet sejajar dgn permukaan lampu H4)
sampai dengan tahapan ini, pastikan semua part sudah terpasang rapih di tempatnya, karena tahapan selanjutnya adalah memasang refllektor yang baru ini ke motor.


Keterangan foto:
1. lampu H4
2. colokan untuk lampu kecil/lampu senja
3. cover reflektor untuk melindungi dari air
4. lubang utk kabel lampu kecil
Langkah-07:
Sebelum pasang reflector, pasang dahulu capacitor ke kelistrikan std tiger spt contoh digambar.
Kabel warna biru (1) adalah utk high beam, kabel warna putih (2) utk lowbeam dan kabel warna hijau (3) adalah utk ground.

Langkah-08:
Sambungkan colokan utk lampu kecil juga lambu H4 ke reflektor yang abru kemudian pasang reflektor di kedudukannya kemudian pasang kembali kedua buah baud pengunci refllektor spt yang sebelumnya sudah diterangkan di tahap-01, setelah terpasang pastikan semua lampu berjalan dgns emestinya dan kelistrikan tdk terganggu.

Fiuufh…. selesai dah..

Mesin CB/GL berubah jadi Tiger??? Apa sih yang perlu di modifikasi??

sebagian orang juga tahu kalo tiger masih memakai teknologi honda CB…bahkan pengapian ikut2an pake model DC…bedanya kalo Tiger pake electric stater, CDI dan 6 speed….sementara CB cuma pake platina, genjot langsung dan applied 5 speed….!! Berarti CB/GL bisa di dongkrak jadi 200cc dunk??!! Ya jelas bisa….tinggal naik stroke wis ngganteng!! bahkan penggemar CB mulai mewabah di seantero daratan pulau JAWA!!
Kuncian hanya ada di Kruk-as sama boring/ silinder block!! tiger memiliki langkah 63…sedang CB dan GL masih 49.5….sama seperti honda grand dan supra 100…!!! setelah diusut ternyata modifikasi tersebut tidak membutuhkan biaya banyak!!! tapi wajib memiliki skill yang tinggi…karna jika tidak tahu urutannya bukannya CB jadi tiger…malah mesin masuk tempat loak…hehehehehe
1. kruk-as tiger…harga originalnya memang mahal!!! tapi beberapa bengkel memakai kruk-as buatan thailand..yang punya kualitas cukup baik!! harganya pun relatip murah jika dibandingkan produk aslinya…dengan bandrol 700ribu kruk-as + setang seher sudah bisa diangkut pulang!!

kondisi baru…kempling

700ribu+ ongkir…siap masuk ke kalter honda CB/GL
2. boring/liner tiger...selain memiliki stroke yang panjang…..liner tiger juga memiliki sirip yang lebar….kalo dipasang di CB….kelihatan gagah dan penuh…tidak lagi cungkring…harganyapun masih wajar…cukup dengan duit 450ribu…boring…siap dibawa pulang!!! piston GL neotech…bisa sebagai pengisi mesin,karna punya profil yang lebih jenong….

sirip lebar dengan liner tebal….pendinginan sempurna..regane masih masuk kantong
nah cukup modal sejuta lebih dikit…cb/gl siap digeber dan sukur2 bisa ngalahin FU…hehe…ups…jangan lupa untuk membobok carter mesin agar boring bisa masuk

kalter mesin siap di isi kruk-as tiger

calter harus dibubut agar silinder tiger bisa bersemayam di dalam
biasanya cb mania masih kurang pede kalo head masih sutandar…penginnya juga pake kepunyaan tiger….hem…padahal pake std gl/cb masih bisa!!!  ternyata dipasaran juga ada head tiger dengan harga murah….sudah satu set dengan cam+valve cuma dibandrol 850 ribu…wow ajib…..

siap menggantikan head cb/gl…

finishing cukup rapi dengan harga yang terjangkau!!!
kira2 begitulah metamorfosa CB jadi tiger…..daripada mbeli mesin curian trus diuber polkis karna jadi penadah….begawan menawarkan opsi murah dan aman…..so…gak perlu malu pake mesin/motor lama….karna mesin yang bari memang pengembangan dari yang lama sehingga bisa menyesuaikan ketinggal;an…asal mau berusaha….keep rollin’ boys….

menembus belantara jalanan

Saya ingin jalan- jalan, dengan naek motor tercinta. Kemana-mana yang kusuka, pergilah pergi sejauh kukira. Tarik gas sedalam hati, bergulat dg tachometer yg menggila. Berkelana hingga ujung dunia entah dimana. dan enjoy dg motor yg tersiksa karena keegoisan sang pengendara. Menikmati ciptaan Tuhan yg Maha Kuasa, menghabiskan bbm yg juga ciptaan Yg Kuasa. ...... jadi, intinya apa ???
 

nge-Modif CB100
Mbaaahhh.....kita ulas buat CB100 yaaa....
Ulasan ini juga berlaku buat GL100 pllatina....

Modif ringan/standart
-------------------------
1. Memperbesar cc :
Piston bisa diganti dengan CB125/GL125 dan untuk CB100 maksimum lebih baik punya GL Pro.....itu aja udah amat sangat tipis.....jangan lebih ya......
Yang pasti liner/boringnya juga diganti yg lebih gedhe, itu jika mau aman.
Untuk piston GLpro kudu ngiris daging blok mesin yg bawah.Berikutnya menambah stroke/langkah piston. Ini bisa dilakukan dengan memindah pin setang seher yg bawah lebih menjorok keluar dengan batas aman 4 mm.

2. Pengapian
Untuk CB100 yg masih make Accu lebih baik diganti dengan CDI Shogun. Apinya lebih gedhe....walopiun yg punya mocin juga oke buat harian.
Unutk merubah dari platina ke CDI bisa denga 2 cara, Yg pertama dengan menempelkan pulser di bekas dudukan platina. Saya tdk menngajurkan itu, sebab jarak pengapian terlalu pendek trus pengapian bisa berubah-ubah tergantung dari kelayakan Noken AS, yg bila oblak maka pengapia juga ikut berubah. Itu juga masih tergantung dari rantai keteng, laher dan bos nokenAs. Yg kedua dengan menempelkan pulser di As Kruk. Ussahakan make pulser yg original, yg baik sih punya honda Tiger, Kwak binter Joy. Yg biasa make grand aje..... Caranya potong plat besi seukuran 1x1,5 cm dengan tebal 2 mm. Las di as kruk bagian bawah, dan las juga / buat dudukan buat pulsernya. Jarak pulser dan plat tadi 1,5 mm.
Pemasangan CDI menurut kabel yg dipunya tiap CDI tsb.
Ada juga tambahan : ambil magnet + spul punya grand/supra dan tempelin di dudukan magnet yg lama ( perlu modif dikit ). Abis itu buat coakan di blok sebelah kiri dan minta buatin ke las alumunium buat dudukan pulsernya.

3. Karburator
Karbu tentu minta spuyer yg lebih besar, tapi tentunya lebih baik diganti dengan punya GLpro atau tiger, yg punya ymh RX juga oke, tapi buat dudukan sendiri.

Modif Berat
------------
Modif ini intinya sama dengan yg diatas, biasanya sih ambil satu set blok kop punya GL Max/pro .Trus piston juga bisa ngaplikasi punya Tiger, syaratnya baut dudukan kop mesin ikut diubah.
Magnet bisa ditiadakan bila aplikasi CDI DC dengan aki kering.
Yg susah rantai keteng, nyari aja bekas punya GLMax/Pro yg justru udah molor.
Bila sproket belakang standar, gigi sekunder satu ama dua bisa diganti. Atau jika tetep ya sproket blakangnya yg dikecilin. Untuk trek panjang udah cukup gear set CB100, tapi kalo buat trek pendek&patah2 mendingan gear setnya GL100.


Udah segitu dulu mas.....capek nulisnyah.......ntar disambung lagi ( kalo pas inget )